Langsung ke konten utama

Senja dan Sungai Mahakam


Seperti senjalah
Dalam remang kau indah
Dalam sepi tunjukan gairah
Meski dengan tatap kosong
Nan jauh tak terkira
Biarlah desirnya yang sampaikan
Bahwa senja dan sungai mahakam
Diam diam punya cerita indah
Yang kemudian hilang
ditenggelamkan oleh gelapnya malam
Lalu sisalah keheningan
bersama angin dan desir ombak yang tertinggal
mencoba menemaniku
Melewati malam yang panjang
Sudi, aku bersamamu.

Lokasi :
Di tepian Sungai Mahakam.
Sambil menikmati segelas es teh tarik dan makanan gratis dari Kaprodi tercinta bersama beberapa kakak tingkat dan teman sejawat yang gagal rapat karna lebih milih diajak jalan. (saat itu masih tahun 2015 belum 2016 kayak sekarang.)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang mimpi

Andai sebuah mimpi adalah kenyataan. Mungkin aku akan lebih mudah bertemu denganmu. Mengapa hanya saat tertidur saja kita bisa bertemu? Ah, membuatku ingin terus memejamkan mata dan memimpikanmu saja. Ketika terbangun aku hanya melihat kesunyian, tak lain adalah sosok mu yang tak pernah ku temukan dan kau tau itu rasanya sesak sekali. Sungguh, aku bosan jika terus seperti itu. Enyahlah dari mimpiku, dan cepatlah menjadi kenyataan. Akan ku ceritakan nanti pada mimpi, biar ia iri melihat kita. Hahaha

Tentang Keenan dan Someone

Kugy mengajarkanku untuk tidak berkhayal sendirian. Kami bercengkrama satu sama lain, menceritakan pangeran dalam dunia khayal masing-masing. Tentang keenan dan Someone. Kuseduh segelas kopi ditemani beberapa bungkus makroni pedas yang mencoba hadir sebagai orang ketiga diantara ku dan kugy yang sedang asyik bercerita. Bukan untuk memisahkan kita, justru malah membuat malam ini semakin hidup dibuatnya. Semakin malam cerita yang kami kisahkan semakin larut dalam buaian. Tenyata tak disangka-sangka. Ku dan kugy memiliki banyak persamaan; kami sama-sama menyukai lelaki yang dari fisik Ke-BULEK-an (bukan Ke-BULE-an), yang cerdas, artistik, dan penuh kejutan. Keenan suka melukis dan Kunang (Akhirnya aku menemukan nama yang pas) suka menggambar. Kugy yang senang menulis dan Ku yang juga senang menulis. Tapi ada hal berbeda diantara kugy dan keenan dengan ku dan kunang. Kunang juga suka menulis, beda dengan keenan yang hanya senang melukis dan ku yang juga suka menggambar (sa...

Aku yang berakhir malu

Aku tak bisa bilang sekarang  karna terlalu gugup tapi tak kau pekai juga "Kapan" ketika kutanya. Kau diam saja  sebatas memberi pertanda yang perlu diartikan, a gar tau bahwa itu pertanda apa Sehingga tidak ada kesalahpahaman, yang biasa orang orang lakukan Aku tak suka. Ketika kesalahpahaman membuat arti dalam, yang kemudian berubah menjadi harap. Kau tau? Aku seorang penghayal handal Sangat suka membuat harap yang terlalu besar sampai akhirnya aku sendiri tersadar Kalau harapku terlalu jauh dari kemungkinan kemungkinan yang ada. Aku bagaikan sia yang mencari sisa siapa tau ada hal lain yang belum binasa Sehingga aku tak terlalu terluka  jika memang kehendakku dan kehendaknya sangat jauh berbeda. Baiklah! Akan ku lupa. Kau pulang saja. Kembali lagi kalau ada waktu dengan syarat yang perlu kamu tau Jangan membisu kalau memang ada sesuatu yang perlu aku tau biar kita tak perlu ...