Langsung ke konten utama

Tentang mimpi

Andai sebuah mimpi adalah kenyataan. Mungkin aku akan lebih mudah bertemu denganmu.

Mengapa hanya saat tertidur saja kita bisa bertemu? Ah, membuatku ingin terus memejamkan mata dan memimpikanmu saja.

Ketika terbangun aku hanya melihat kesunyian, tak lain adalah sosok mu yang tak pernah ku temukan dan kau tau itu rasanya sesak sekali. Sungguh, aku bosan jika terus seperti itu.

Enyahlah dari mimpiku, dan cepatlah menjadi kenyataan.

Akan ku ceritakan nanti pada mimpi, biar ia iri melihat kita. Hahaha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Honesty

Sebagaimana kata pepatah, “The bitterest truth is better than the sweetest lies.” belajar untuk bersikap jujur dari sekarang. Kau bisa memulainya dari hal-hal yang kecil sampe ke yang gedenya. Tanamkan itu pada dirimu. Kalo udah terlajur belajar, pertahankan! Karena apabila kita selalu jujur, kepercayaan pun akan mudah didapatkan. Berterusteranglah, meskipun pahit, itu akan lebih baik dibandingan kebohongan yang manis.

Tentang Keenan dan Someone

Kugy mengajarkanku untuk tidak berkhayal sendirian. Kami bercengkrama satu sama lain, menceritakan pangeran dalam dunia khayal masing-masing. Tentang keenan dan Someone. Kuseduh segelas kopi ditemani beberapa bungkus makroni pedas yang mencoba hadir sebagai orang ketiga diantara ku dan kugy yang sedang asyik bercerita. Bukan untuk memisahkan kita, justru malah membuat malam ini semakin hidup dibuatnya. Semakin malam cerita yang kami kisahkan semakin larut dalam buaian. Tenyata tak disangka-sangka. Ku dan kugy memiliki banyak persamaan; kami sama-sama menyukai lelaki yang dari fisik Ke-BULEK-an (bukan Ke-BULE-an), yang cerdas, artistik, dan penuh kejutan. Keenan suka melukis dan Kunang (Akhirnya aku menemukan nama yang pas) suka menggambar. Kugy yang senang menulis dan Ku yang juga senang menulis. Tapi ada hal berbeda diantara kugy dan keenan dengan ku dan kunang. Kunang juga suka menulis, beda dengan keenan yang hanya senang melukis dan ku yang juga suka menggambar (sa...